Kita hidup di zaman ketika manusia sibuk mencari cara mengendalikan segalanya. Mengatur masa depan, menghitung keuntungan, mengejar kesuksesan, bahkan mencoba mengatur kebahagiaan. Kita punya aplikasi untuk mengukur langkah kaki, jam untuk menghitung kualitas tidur, dan seminar untuk menemukan tujuan hidup. Sayangnya, belum ada aplikasi yang bisa memberi tahu mengapa hidup kadang-kadang terasa begitu melelahkan.
Dalam novel The Life Impossible (Hidup Tanpa Batas), Matt Haig mengajak kita bertemu Grace Winters, seorang pensiunan guru matematika yang mewarisi sebuah rumah di Ibiza dari seorang teman lama. Perjalanan yang awalnya tampak seperti urusan sederhana tentang warisan berubah menjadi petualangan yang penuh misteri, keajaiban, dan pertanyaan tentang kehidupan.
Grace menemukan bahwa dunia ternyata jauh lebih luas daripada apa yang bisa dijelaskan oleh rumus-rumus matematika. Ada hal-hal yang tidak masuk akal, tetapi bukan berarti tidak memiliki makna.
Di sinilah Matt Haig seperti sedang menyindir manusia modern: kita terlalu sibuk mencari penjelasan sampai lupa menikmati kehidupan.
Kita ingin semuanya masuk akal. Cinta harus punya alasan, kebahagiaan harus punya ukuran, kesuksesan harus punya grafik, dan bahkan penderitaan kadang-kadang dituntut memiliki hikmah secepat mungkin. Seolah-olah kehidupan adalah laporan tahunan perusahaan yang harus dipertanggungjawabkan kepada pemegang saham. Padahal, hidup tidak selalu bekerja seperti itu.
Ada kehilangan yang tidak bisa diganti. Ada kesedihan yang tidak selesai hanya dengan membaca kutipan motivasi. Ada perjalanan yang tidak pernah kita rencanakan, tetapi justru mengubah seluruh cara kita memandang dunia.
Novel ini mengingatkan kita bahwa hidup tidak harus selalu sempurna untuk menjadi luar biasa. Bahwa usia bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Bahwa kesempatan kedua terkadang datang ketika kita sudah berhenti menunggunya.
Dan mungkin, keajaiban terbesar bukanlah menemukan sesuatu yang luar biasa di luar diri kita, melainkan menemukan kembali keberanian untuk menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja.
Sebab, pada akhirnya, kita semua sedang menghadapi sesuatu yang mustahil: hidup tanpa pernah benar-benar tahu apa yang akan terjadi besok.
Jadi, berhentilah sebentar mengatur kehidupan. Sesekali biarkan kehidupan mengejutkan Anda.
Siapa tahu, ternyata hidup masih punya beberapa kejutan yang belum sempat dimasukkan ke dalam kalender Google Anda.


