Jumat, 10 Juli 2009

Dua Puluh Lima September Dua Ribu Delapan

Pukul 1.15 kami tiba di pelabuhan Siau ibu kota Kabupaten Sitaro. Dijemput pa Bun dan temannya. Banyak yang berkumpul di demarga, termasuk kuli panggul yang siap menyerbu masuk saat kapal menurunkan tangganya. Aku menuruni tangga kapal sambil berdesak-desakkan dengan kuli panggul yang juga menaiki tangga.

Mampir sebentar minum kopi di warung kompleks pelabuhan sambil ngobrol. Kemudian kami melanjutkan perjalanan ke rumah tempat kami akan menginap. Percakapan dilanjutkan namun tidak terlalau lama, kemudian kami tidur.

Masih agak pagi aku bangun. Berjalan-jalan di sekitar rumah dan ke luar sambil melihat aktivitas pagi itu. Hampir setiap halaman rumah di sini memiliki kuburan keluarga. Rumah ini memang tidak jauh dari kompleks pertokoan.

Aku melihat bukit-bukit sekitar yang masih hijau dan nampak sebuah gunung yang puncaknya mengeluarkan asap putih. “Karangetan” nama gunung tersebut. Beberapa tahun yang lalu pernah meletus bahkan mengeluarkan laharnya. Jika saat ini ia meletus dengan dasyat, kecil kemungkinan akan dapat menyelamatkan diri karena ternyata posisiku berada tidak jauh dari kaki gunung tersebut.

Aku kembali ke rumah dan ternyata sudah disiapkan kopi panas dan kue. Kutanyakan tentang gunung tersebut, kata mereka jika ada tamu dari luar yang tidak disukai atau kemungkinan akan berbuat kejahatan gunung tersebut akan mengeluarkan dengkurannya bahkan meletus, sebagai suatu isyarat. Sampai saat ini gunung tersebut belum mendengkur, berarti kami tamu yang baik.

Clif masih tidur, kami menunggu dia karena akan meminjam Printernya. Anak muda ini kuliah di STIKOM Manado dan membuka usaha Game Center di Siau ini. Kata mereka ayahnya salah satu tim di KPK, aku melihat memang ada foto seorang perwira polisi, tapi aku tak perlu menelusuri, karena misi ku bukan itu.

Kupersiapkan semua data yang diperlukan termasuk perhitungan untuk penawaran proyek tersebut. Semua sudah siap tinggal menunggu besok untuk pemasukannya. Dan tentu gerilya di mulai, namun itu urusan mereka bukan urusanku lagi.

Aku kelelahan lewat tengah malam, dan kemudian tidur.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar