Senin, 22 Juni 2009

Dua Puluh Satu Juli Dua Ribu Tujuh

Pukul 03.10 dini hari udara mulai dingin, kami mulai mencapai perbatasan Sulteng-Sulut. Di Molosipat kami singgah untuk makan. Sopir langsung tidur. Memang ada tempat untuk mereka bahkan makan mereka gratis. Teman baruku itu mengeluarkan 2 Laptopnya merek Toshiba. Sambil menunggu sopir yang sedang tidur, kami bercerita atau dapat dikatakan bediskusi tentang banyak hal yang berhubungan dengan Komputer yang kebetulan sedikitnya aku mengerti. Katanya ia menangani sistem Data Base kantor-kantor di Parigi. Bukan dia yang membuat sistemnya tapi ia meminta bantuan temannya yang memang mengerti soal itu melalui Internet. Sambil menunggu aku mencoba Laptopnya, tapi bosan juga karena software yang tersedia masih standart di tambah tanpa koneksi internet maklum di antara hutan belantara. Kami melanjutkan perjalanan. Pukul 12.50 kami singgah makan di RM Muslim “Dengi”. Di sini penyiapan/penyajian makanan agak lama, member kesempatan kepada Sopir untuk tidur lagi. Kami memilih ikan untuk dibakar. Menunya hanya nasi putih, ikan (bobara, kerapuh, dll.) bakar, sayur kangkung dan dabu-dabu (sambal). Ini rumah makan favoritku di jalan Trans Sulawesi ini. Malam harinya kami tiba di Amurang, kemudian menuju Tondano, dan Tomohon. Selesai sudah perjalan……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar