Rabu, 07 Oktober 2026

Oligarki

Pernahkah Anda terbangun di pagi hari, menatap cermin, dan menyadari satu kebenaran yang mutlak: Anda bukanlah seorang oligarki? Jangan sedih. Memang tidak semua orang dilahirkan untuk memiliki setengah dari perputaran uang di negeri ini. Lagipula, jika semua orang menjadi oligarki, lalu siapa yang akan membayar pajak, mengantre bansos, dan mengeluh di media sosial tentang harga beras yang naik? Dunia butuh keseimbangan, dan tugas mulia Anda adalah menjadi penyeimbang yang rajin bekerja sembari membayar cicilan.

Menjadi rakyat biasa itu melelahkan, sementara menjadi oligarki adalah seni tingkat tinggi. Oligarki bukanlah tentang seberapa banyak uang yang Anda miliki di rekening bank—itu adalah definisi kuno untuk orang kaya baru (OKB) yang norak. Oligarki sejati adalah tentang sistem kelola. Ini adalah sebuah klub eksklusif di mana anggotanya memiliki kemampuan magis untuk mengubah kebijakan publik menjadi keuntungan pribadi, hanya dengan satu kali makan malam yang akrab bersama pejabat tinggi.

Oligarki mengajarkan kita tentang evolusi manusia yang sesungguhnya. Dulu, Charles Darwin mengatakan bahwa yang bertahan hidup adalah mereka yang paling bisa beradaptasi dengan alam. Di era modern, teori itu disempurnakan: yang bertahan hidup adalah mereka yang bisa membeli "alam" tersebut beserta regulasi di dalamnya. Mereka adalah alpha predator di puncak rantai makanan ekonomi kita.

Banyak orang mengira oligarki membenci demokrasi. Ini adalah kekeliruan besar yang sangat tidak kritis! Oligarki justru sangat mencintai demokrasi. Mengapa? Karena demokrasi menyediakan panggung pemilu yang sangat mahal. Dan sesuatu yang mahal selalu membutuhkan investor. Di sinilah indahnya gotong royong terwujud: Anda memberikan suara Anda di bilik suara yang panas, dan mereka yang menyediakan modal untuk calon yang Anda pilih. Adil, bukan? Anda mendapatkan kebanggaan telah berpartisipasi, mereka mendapatkan konsesi tambang dan proyek infrastruktur.

"Hanya ikan mati yang berenang mengikuti arus, dan hanya domba yang merasa aman karena berdesakan di dalam kandang."

Jika Anda merasa aman-aman saja berada di tengah kerumunan yang diatur oleh segelintir orang di atas sana, selamat—Anda adalah bagian dari ekosistem yang dirawat dengan baik oleh para oligarki. Mereka menjaga agar kita tetap sibuk bertengkar tentang hal-hal sepele di internet, sementara mereka sibuk membagi-bagi kue kekuasaan di ruang VIP yang kedap suara.

Jadi, ketika besok pagi Anda kembali berdesakan di kereta komuter atau terjebak macet demi mengejar absensi kantor, tersenyumlah. Ingatlah bahwa keringat yang Anda teteskan hari ini adalah bahan bakar utama yang menjaga helikopter pribadi seseorang tetap terbang di atas langit Jakarta. Teruslah bekerja keras, karena tanpa kepatuhan kita yang tulus, oligarki hanyalah sekumpulan orang tua kaya yang kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar