Selamat datang di For You Page (FYP)—sebuah fasilitas tahanan super-maksimum berkedok hiburan, tempat kita semua secara sukarela menyerahkan kebebasan berkehendak demi menyaksikan kucing joget berdurasi 15 detik.
Kemarin, seorang teman saya mencoba keluar dari penjara ini. Dia mematikan aplikasi selama tiga puluh menit. Hasilnya? Dia mengalami kecemasan hebat karena takut melewatkan tren terbaru: resep mie instan yang dicampur selai kacang dan es krim cokelat.
"Aku tidak bisa meninggalkannya," bisiknya dengan mata merah berair. "FYP-ku tahu aku sedang sedih, lalu dia memberiku video bebek pakai sepatu bot. Siapa lagi yang mengerti jiwaku kalau bukan algoritma?"
Di situlah letak kejeniusan sipir kita. Penjara zaman dulu butuh tembok beton tinggi, kawat berduri, dan menara pengawas. Penjara modern hanya butuh algoritma yang dilatih untuk mempelajari bahwa Anda suka melihat orang gagal masak pada pukul dua pagi.
Sipir algoritma ini sangat perhatian. Dia tidak memukuli kita dengan tongkat besi. Dia memanjakan kita.
“Kau lelah bekerja hari ini?” bisik FYP dengan lembut. “Ini, tontonlah sepuluh video tentang konspirasi Bumi Berbentuk Donat. Jangan khawatir soal tugas kantor besok pagi. Tidurlah jam empat subuh, aku akan setia menunggumu.”
Yang membuat saya kagum adalah tingkat kepasrahan kita. Kita menyebutnya "For You Page"—seolah-olah ada tim editor jenius di markas besar teknologi yang bergadang khusus meracik konten terbaik untuk kehidupan kita yang membosankan. Padahal kenyataannya, algoritma itu hanya memuji rentang perhatian kita yang kini lebih pendek daripada ingatan ikan mas.
Kita merayakan kebebasan di dunia modern, tetapi di saat yang sama, kita membiarkan mesin mengatur apa yang membuat kita tertawa, apa yang membuat kita marah, dan produk kecantikan ajaib apa yang harus kita beli minggu ini. Kita ditahan dalam sel isolasi berupa layar 6 inci, lengkap dengan hiburan tak terbatas agar kita lupa cara berpikir mandiri.
Jadi, ketika nanti malam jempol Anda kembali melakukan scrolling tanpa henti hingga ketiduran dan ponsel Anda jatuh menimpa hidung—ingatlah satu hal: Anda tidak sedang bersantai. Anda sedang menjalani masa tahanan.
Pertanyaannya sekarang: apakah Anda berani menutup aplikasi itu dan melarikan diri, atau Anda terlalu takut kehilangan episode berikutnya dari kucing yang bisa mengetik?



















