Mari kita jujur sejenak—jika kejujuran masih diperbolehkan di internet: Apakah moralitas itu benar-benar ada, atau ia hanyalah selembar tisu toilet yang kita gunakan untuk menyeka kekacauan yang kita buat sendiri?
Dulu moralitas adalah tentang tidak mencuri ayam tetangga. Sekarang, moralitas adalah tentang memastikan tetanggamu tahu bahwa kamu merasa sangat sedih di Instagram karena seekor ayam di pedalaman Afrika sedang kedinginan."
Masalah utama dengan moralitas modern adalah kita memperlakukannya seperti prasmanan di hotel bintang lima. Kita mengambil sedikit "Keadilan Sosial" (karena itu terlihat keren), menambah porsi "Kepedulian Lingkungan", dan sama sekali mengabaikan "Kejujuran pada Diri Sendiri" karena rasanya terlalu pahit.
Kita hidup di dunia di mana:
• Politisi berbicara tentang integritas dengan wajah yang begitu datar hingga Anda bertanya-tanya apakah mereka menggunakan botox atau memang sudah tidak punya saraf rasa bersalah.
• Perusahaan besar meluncurkan kampanye "Mencintai Bumi" hanya untuk menutupi fakta bahwa limbah mereka bisa membuat mutasi baru pada kura-kura Ninja.
• Kita semua merasa seperti orang suci karena tidak membuang sampah sembarangan, padahal kita baru saja menghabiskan tiga jam menghujat orang lain di FB.
Para filsuf besar mungkin akan berdebat hingga jenggot mereka rontok. Immanuel Kant akan bilang moralitas adalah kewajiban mutlak. Friedrich Nietzsche mungkin akan tertawa sambil bilang itu cuma taktik kaum lemah untuk mengontrol kaum kuat.
Tapi menurut pandangan saya—moralitas bukanlah kebohongan total. Ia lebih mirip seperti pakaian dalam. Sangat penting untuk dimiliki, memberikan rasa aman, tapi akan sangat memalukan jika Anda memamerkannya di depan umum hanya untuk membuktikan bahwa Anda memakainya.
"Moralitas adalah apa yang kita lakukan ketika tidak ada orang yang melihat. Sayangnya, di zaman sekarang, selalu ada orang yang melihat (atau setidaknya ada algoritma yang merekam), jadi kita terpaksa menjadi bermoral demi rating."
Jadi, apakah moralitas itu hanya kebohongan? Mungkin tidak sepenuhnya. Ia adalah "kebohongan putih" yang kita sepakati bersama agar kita tidak saling memakan satu sama lain.
Kita butuh moralitas, bukan karena kita suci, tapi karena kita pada dasarnya adalah makhluk kacau yang butuh alasan untuk merasa lebih baik daripada simpanse. Tanpa moralitas, kita hanyalah hewan dengan pakaian bermerek dan cicilan kartu kredit.
Jadi, silakan lanjutkan hidup Anda yang mulia itu. Pasang status tentang kepedulian dunia, donasikan recehan Anda, dan tersenyumlah pada tetangga. Meski itu bohong, setidaknya itu adalah kebohongan yang membuat dunia sedikit lebih tenang untuk ditinggali.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar